Pengertian konsep biaya dalam akuntansi manajemen lengkap klasifikasinya

Kanalmu.com – Dalam membangun bisnis atau usaha meskipun masih kecil pastinya membutuhkan biaya, baik itu dalam produksi, pemasaran, akusisi. Dan melalui ulasan ini kami akan bagikan informasi terkait dengan pengertian konsep biaya dalam akuntansi manajemen secara lengkap.

Dengan demikian sobat kanalmu bisa mendapatkan informasi yang cukup terkait dengan konsep biaya ( Concept of Costs ). Karena ini sangat penting untuk diketahui oleh pengelola keuangan.

Untuk selengkapnya terkait dengan informasi Pengertian konsep biaya dalam akuntansi manajemen lengkap klasifikasinya, dapat kamu baca ulasan ini sampai dengan selesai.

Pengertian konsep biaya

Pengertian konsep biaya adalah bentuk pernyataan seluruh proses akusisi aset yang mana kaitannya dengan pengeluaran harus dicatat dalam pembukuan sebagai salah satu biaya.

Dengan demikian akan memudahkan sobat kanalmu mengetahui biaya keluar dan masuk secara rinci dan dapat digunakan untuk analisis keuangan dalam usaha yang dijalankan.

Klasifikasi Biaya

Dalam bentuknya konsep biaya dibagi menjadi beberapa klasifikasi, adapun berikut ini adalah bentuk dari biaya dapat diklasifikasikan menjadi :

ilustrasi konsep biaya berdasarkan klasifikasinya - kanalmu
ilustrasi konsep biaya berdasarkan klasifikasinya

Biaya berdasar Fungsi perusahaan

Perusahaan membagi kegiatan berdasar fungsi-fungsi pokok yaitu:

  1. Fungsi produksi : bertugas dan bertanggungjawab untuk memproduksi barang dengan kualitas tertentu.
    Biaya produksi : terdiri dari Biaya bahan baku, Biaya tenaga kerja langsung dan Biaya overhead.
  2. Fungsi non produksi : fungsi komersil yang terdiri dari fungsi administrasi (kegiatan akuntansi, personalia, penggajian) dan fungsi pemasaran (iklan, promosi, penjualan, dan menentukan saluran distribusi).
  3. Biaya administrasi : Biaya gaji eksekutif, Biaya bahan pakai habis.
  4. Biaya pemasaran : Biaya iklan, Biaya gaji pramuniaga, Biaya angkut barang.

Biaya berdasar Periode Penandingan

Akuntansi keuangan menggunakan konsep proper matching cost against revenues. Agar penandingan Biaya dan pendapatan wajar, maka Biaya dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Biaya Produk : Biaya ini ditandingkan dengan pendapatan pada periode penjualan produk. Jika barang sudah terjual maka Biaya yang melekat bisa diakui sebagai biaya.
  2. Biaya Periode : Biaya ini diakui sebagai biaya pada periode terjadinya, Biaya ini tidak digunakan untuk memperoleh barang/jasa yang akan dijual.
Baca Juga :  5+ Persyaratan KPR yg Harus Diperhatikan

Biaya berdasar Penelusuran

  • Klasifikasi Biaya berdasar dapat ditelusurinya ke objek Biaya. Objek Biaya adalah sasaran Biaya. Dapat berupa produk, departemen atau kegiatan.
  • Jika objek nya merupakan produk maka dikenal dengan penelusuran biaya secara langsung.
  • Jika objek nya merupakan departemen maka dikenal dengan penelusuran biaya secara tidak langsung.
  • Penelusuran biaya secara tidak langsung artinya biaya tidak dapat ditelusur ke objek secara individual, maka pembebanan nya disebut dengan pengalokasian.

Biaya berdasar Perubahan Volume Kegiatan

Ditinjau dari perubahan volume kegiatan, biaya dibagi menjadi 2 yaitu : biaya tetap dan biaya variabel.

  1. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dan tidak akan berubah dalam periode tertentu.
    Contohnya : biata sewa gedung.
  2. Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan volume kegiatan.
    Contohnya : jika perusahaan memproduksi 100 produk dan 1000 produk , maka jumlah biaya bahan baku yang dipakai berbeda.

Biaya berdasarkan Pengendalian Manajer

Dilihat dai pengendalian manajer, biaya dapat dibagi menjadi biaya yang dikendalikan dan biaya yang tidak dapat dikendalikan. Ini berkaitan dengan jenjang managemen.

Biaya yang dikendalikan adalah biaya yang secara signifikan dikendalikan dan dapat dipengaruhi oleh manajer. Biaya tidak dapat dikendalikan adalah biaya yang signifikan tidak dapat dikendalikan dan dipengaruhi manajer.

Contoh nya adalah : perusahaan ingin memperluas lini usahanya. Perluasan bisnis adalah keputusan manajer tingkat atas. Maka biaya tersebut menjadi kendali dari manjer tingkat atas namun menjadi biaya tak terkendali bagi manajer tingkat bawah.

Biaya berdasarkan Pengambilan keputusan

Bardasarkan pengambilan keputusan yang akan diambil oleh manajer. Biaya dibagi menjadi 3:

  1. Biaya relevan (relevant cost) : biaya yang akan terjadi di masa yang akan datang dan berbeda di berbagai alternatif keputusan.
    Contoh : biaya bersifat variabel.
  2. Biaya tak relevan (irrelevant cost) : biaya yang sudah terjadi (terjadi dimasa lampau) dan tidak berbeda di berbagai alternatif keputusan .
    Contoh : biaya-biaya yang bersifat tetap
  3. Biaya tak terhindarkan (unavoidable cost) : biaya yang dapat dihindarkan jika satu alternatif keputusan diambil.
Baca Juga :  Indeks saham syariah indonesia (issi) pdf mei 2022

Biaya berdasarkan Dampak Keputusan

  1. Sunk cost
    Adalah biaya yang telah dikeluarkan dan yang tidak dapat diubah oleh keputusan sekarang atau masa yang akan datang. Kos ini tidak akan relevan dalam pengambilan keputusan.
  2. Out-of-pocket cost
    Adalah kos yang membutuhkan pengeluaran kas dimasa yang akan datang akibat keputusan sekarang atau keputusan yang akan datang. Contohnya perusahaan yang sedang memperluas lini usahanya.

Biaya Kesempatan

Opportunity cost atau biaya kesempatan adalah manfaat potensial yang hilang atau dikorbankan karena diipilihnya satu alternatif keputusan lain.

Manfaat potensialnya dapat berupa revenue, laba bersih atau penghematan kos. Biaya ini tidak muncul dibuku besar dan hanya ada dalam pengertian ekonomik.

Daftar Pustaka

  • Sugiri, S. (2009). Akuntansi Manajemen Sebuah Pengantar. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Ikuti dan baca artikel menarik lainnya dari laman ini melalui Google News